Apa itu Kepatuhan Pajak ?

Bicara soal kepatuhan pajak, secara sederhana kepatuhan pajak menyangkut sejauh mana Wajib Pajak memenuhi kewajiban perpajakannya sesuai ketentuan yang berlaku. Sedangkan pengertian kepatuhan yang lebih komprehensif adalah bagaimana sikap pembayar pajak yang memiliki rasa tanggung jawab sebagai warga negara bukan hanya sekedar takut akan sanksi dari hukum pajak yang berlaku.

Bagaimana Mekanisme dan Tolak Ukur?

Derajat ketidakpatuhan pajak diukur dengan tax gapTax gap menggambarkan perbedaan antara apa yang tersurat dalam aturan perpajakan dengan apa yang dilaksanakan oleh Wajib Pajak. Tax gap dapat diartikan juga sebagai perbedaan antara berapa potensi pajak yang dapat dikumpulkan dengan realisasi penerimaan pajak yang dapat dikumpulkan oleh negara.

Norman D Nowak (penulis buku Tax administration in theory and practice ) menemukan hasil pengamatannya sebagai berikut :

  1. Pembayar Pajak paham atau berusaha untuk memahami semua ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.
  2. Pembayar Pajak mengisi formulir pajak dengan lengkap dan jelas
  3. Pembayar Pajak menghitung jumlah pajak yang terutang dengan benar
  4. Pembayar Pajak membayar pajak yang terutang tepat pada waktunya.?

Ke-empat?point?tersebut di atas merupakan cerminan dari suatu iklim kepatuhan pajak dan kesadaran pemenuhan kewajiban perpajakan.

James Andreoni, Brian Erard, dan Jonathan Feinstein (tax compliance) mengatakan tentang kepatuhan wajib pajak adalah rasa bersalah dan rasa malu, persepsi wajib pajak atas kewajaran dan keadilan beban pajak yang mereka tanggung, dan pengaruh kepuasan terhadap pelayanan pemerintah.

Bagaimana Solusi Cerdas Mengenai Kepatuhan Pajak ?

Wajib Pajak yang dapat merencanakan konsep pajaknya secara matang namun masih dalam koridor peraturan perpajakan, masih dibilang patuh. Karena penghindaran yang dilakukan masih dianggap legal dan sah secara hukum. Oleh karena itu, dalam beberapa hal kepatuhan tidak melulu mengenai besarnya pajak yang dibayar, namun kepatuhan lebih kepada mengenai apakah Wajib Pajak melaksanakan kewajibannya dengan baik atau tidak.

Harapannya, wajib Pajak dapat memahami bagaimana mekanisme dan koridor mengenai pajak, sehingga Wajib Pajak dapat merencanakan konsep yang sesuai tanpa melanggar ketentuan penghindaran pajak, karena Wajib Pajak dapat melakukan penghindaran pajak secara legal dan sah secara hukum dan berdasar kepada KUP (ketentuan umum peraturan perpajakan).

Jadi untuk lebih mengerti tentang pajak bisa hubungi kami di kontak form melalui link ini.

Kita juga ada artikel mengenai PPh 0.5% loh.

Workspez Admin
Workspez Admin
Daftar ke newsletter kami

Daftar ke newsletter kami

Kami akan mengirimkan artikel seputar akuntansi, pajak, teknologi, dan keuangan

Terima kasih telah daftar ke newsletter kami

Share This

Share This

Share this post with your friends!

X