12 Agustus ditetapkan sebagai Hari UMKM Nasional. Dilansir dari laman Smesco, lahirnya Hari UMKM Nasional bermula saat dilaksanakannya Kongres Nasional UMKM dan Temu Nasional Pendamping (TNP) KUMKM II di Yogyakarta yang di laksanakan pada tanggal 25 – 26 Mei 2016. TNP KUMKM II diikuti oleh ratusan pendamping Koperasi dan UMKM dari seluruh Indonesia.

Kongres ini menghasilkan beberapa kesepakatan, diantaranya ialah Piagam Yogyakarta, Deklarasi Hari UMKM, Deklarasi Kode Etik Pendamping, dan Tri Dharma UMKM. Dalam Deklarasi Hari UMKM ditetapkan tanggal 12 Agustus 2016 sebagai Hari UMKM Nasional.

Tahun ini Hari UMKM Nasional mengangkat tema Tantangan Pandemi dan Strategi Transformasi UMKM Masa Depan, maka isu digitalisasi Kembali menjadi sangat relevan untuk diangkat ke permukaan.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara puncak Hari Peringatan UMKM Nasional 2021 yang berlangsung secara virtual, Kamis (12/8), menekankan pentingnya pendampingan, akses pasar ekspor, konsolodasi pengelolaan logistik, serta digitalisasi bagi UMKM agar dapat terus bertahan bahkan di masa yang akan datang.

Menteri Teten mengatakan saat ini upaya pemulihan ekonomi terus dilakukan, dari total Anggaran PEN 2021 Rp. 744,75 triliun, 21 persennya atau Rp. 161,2 triliun dialokasikan untuk dukungan UMKM. Di antaranya adalah BPUM senilai Rp. 1,2 juta untuk 12,8 juta usaha mikro, serta tambahan subsidi bunga KUR tiga persen dengan alikasi anggaran sementara Rp. 3,45 triliun.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi & UKM, Eddy Satriya menyampaikan pemerintah mengakselerasi onboarding digital para pelaku UMKM.

”Pemerintah menargetkan setidaknya sebanyak 30 juta UMKM bergabung pada platform digital sampai dengan tahun 2024,” kata Eddy hari ini dalam webinar Pembukaan Program Pelatihan dan Onboarding Usaha Mikro, Jumat (13/8/2021).

Disamping pendampingan digital dalam sektor produksi dan pemasaran, pentingnya pengelolaan keuangan juga tidak lupa ditekankan pada para UMKM dengan cara mengadopsi teknologi digital berupa accounting system atau artificial intelligence  yang membantu proses pengerjaan penginputan data, pembuatan laporan keuangan, dan pengelolaan keuangan usaha yang membutuhkan akurasi tinggi untuk menghindari human error.

Dalam beberapa kasus pada bisnis UMKM, salah satu alasan yang paling sering muncul ketika UMKM gulung tikar adalah kesalahan dalam proses pengelolaan keuangan. Hal tersebut membuktikan bahwa pengelolaan keuangan merupakan poin yang penting jika ingin bisnis bisa terus berjalan.

Alasan UMKM membutuhkan digitalisasi dengan accounting system dalam pengelolaan keuangan usaha adalah perhitungan laba yang jelas, perhitungan laba perusahaan ini tidak bisa disepelekan, sistem akuntansi bisa mencatat setiap data transaksi dan mengakumulasi data tersebut sehingga perhitungan laba menjadi lebih jelas. Alasan berikutnya adalah laporan keuangan UMKM, accounting system dilengkapi dengan sistem perhitungan dan penyusunan laporan keuangan yang akurat. Sehingga bisa mengurangi kesalahan perhitungan yang biasa dilakukan secara manual. Alasan lain yang bisa dipertimbangkan UMKM untuk menggunakan accounting system adalah UMKM bisa menghemat biaya, karena UMKM tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menyewa jasa akuntan. Cukup menggunakan software accounting dan urusan keuangan UMKM bisa diselesaikan.

Menemukan accounting system yang tepat bagi UMKM memang tidak mudah, karena perangkat lunak yang digunakan harus sesuai dengan kapasitas dan sektor usaha Anda. Bagi Anda yang memiliki usaha berskala kecil dan menengah dari berbagai sektor bisnis, tak ada salahnya mencoba layanan Workspez Accounting System.

Cari tahu selengkapnya mengenai produk di website Workspez atau dapat pula mencoba free trial 1 bulan dengan menekan link berikut.

Salsabila Larasati
Salsabila Larasati
Daftar ke newsletter kami

Daftar ke newsletter kami

Kami akan mengirimkan artikel seputar akuntansi, pajak, teknologi, dan keuangan

Terima kasih telah daftar ke newsletter kami

Share This

Share This

Share this post with your friends!

X